Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Fiksi

CINDERELLA

CINDERLLA  Pada zaman dahulu kala di sebuah negeri yang jauh disana, hidup seorang gadis cantik bernama Cinderella. Ia tinggal bersama kedua saudara tiri dan seorang ibu tiri. Mereka sama sekali tidak menyukai Cinderella. Cinderella selalu disuruh untuk melakukan banyak hal. Mulai dari memasak, mencuci, mengepel, dan semua pekerjaan rumah lainnya dilakukan oleh Cinderella seorang diri. Karena terus bekerja, Cinderella hanya bisa berteman dengan tikus-tikus yang bersembunyi di rumahnya. Tikus-tikus itu takut akan diburu oleh kucing peliharaan sang ibu tiri. Suatu hari, seorang pengawal dari kerajaan datang ke desa. Ia mengumumkan, bahwa akan diadakan pesta untuk mencari calon istri untuk pangeran. Hal itu membuat semua gadis di desa merasa senang, termasuk Cinderella. Namun, kedua saudara tiri dan ibu tirinya tak suka jika Cinderella mengikuti pesta itu. Ketika malam pesta tiba, ibu tiri memberikan Cinderella banyak sekali pekerjaan. Tentu saja, agar Cinderella tak sempat datang ke ...

RAPUNZEL QUEEN

RAPUNZEL Pada zaman dahulu, hidup sepasang suami istri. Mereka sangat menginginkan kehadiran seorang anak. Sang istri gemar duduk di dekat jendela sambil melihat ke taman. Dia senang melihat bunga lampion yang sangat indah di taman itu. Tiba-tiba, sang istri jatuh sakit. Makin hari, wajahnya makin memucat. Sang suami menjadi kebingungan, apa yang sebenarnya terjadi dengan istrinya itu. Sang suami bertanya, “Wahai istriku sayang, sekiranya apa yang bisa membuatmu sembuh?” “Andai aku bisa mendapatkan bunga lampion yang terdapat di hamparan kebun itu,” jawab sang istri dengan sedih. Karena kecintaannya terhadap sang istri, sang suami menuruti kemauan istrinya. Setiap malam, dia memanjat ke dinding taman untuk memetik bunga lampion itu. Setelah mendapatkannya, ia memberikan bunga itu kepada istrinya. Suatu malam, saat sang suami hendak mengambil bunga lampion seperti biasanya, tiba-tiba muncul seorang penyihir. “Berani sekali kamu mengambil lampion-lampion milikku tanpa seizinku!” gertak s...